Paparan sinar matahari memang baik untuk kesehatan, namun bila berlebihan akibatnya dapat mengganggu kesehatan terutama kulit. Tidak semua jenis sinar matahari berbahaya bagi kulit. Sinar ultraviolet A dan sinar ultraviolet B merupakan jenis ultraviolet yang rawan untuk kesehatan kulit. Disinilah anda memerlukan perlindungan bagi kulit anda, salah satunya adalah dengan pemakaian sunblock. Sunblock adalah produk matahari yang mengandung titanium dioxide, red petrolatum, atau zinc oxide, yang memantulkan/menyebarkan radiasi UV, dan memberikan perlindungan signifikan terhadap pembakaran radiasi UV dapat menahan kulit kita dari kedua jenis sinar ultraviolet tersebut.

Pemakaian sunblock masih dipandang cukup efektif sebagai salah satu alternatif untuk melindungi kulit dari panas sinar matahari. Bukan sekedar melindungi, sunblock juga otomatis membantu merawat kulit kita. Adanya sunblock mencegah agar matahari tidak masuk langsung ke dalam kulit. Paparan langsung sinar matahari  kedalam kulit dapat merusak jaringan kolagen dan elastin yang berfungsi sebagai penyangga kulit. Kekurangan kedua jaringan tersebut dapat membuat kulit kita menjadi keruh, terlihat kering, dan menjadi tidak kenyal.

Sunblock yang bagus mengandung SPF (Sun Protection Factor). SPF pada sunblock digunakan untuk mengukur ketahanan sunblock itu melindungi kulit kita dari sinar matahari. Menurut dr. Wigih Wuryaningrum, SpKK dari RS Husada Utama Surabaya, masyarakat yang tinggal di daerah beriklim tropis seperti Asia atau Indonesia sebaiknya menggunakan sunblock dengan SPF 15 keatas. SPF 15 mampu melindungi kulit hingga 150 menit, setelah 150 menit berlalu, anda harus mengoles sunblock kembali jika anda ingin melakukan aktivitas diluar ruangan.

Pemakaian sunblock sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit. Jenis kulit berminyak tentu saja berbeda dengan kulit normal atau kering. Untuk kulit kering atau normal sebaiknya menggunakan sunblock yang bentuknya krem. Sedangkan untuk kulit berminyak anda bisa memakai sunblock yang bentuknya lotion atau gel. Demikian kiat yang diberikan dr. Wigih. Selama ini memang belum ditemukan sunbock bermasalah atau yang memiliki efek samping. Menurut dr. Wigih, semua usia dapat memakai sunblock, kecuali bagi mereka yang alergi terhadap logam, karena sunblock kebanyakan dibuat dari bahan-bahan logam. Meski demikian anda tetap harus waspada memilih produk sunblock yang aman untuk kulit anda. Pakailah sunblock yang memang telah diakui dan tercantum dalam BPPOM atau Dinkes. ”Belilah sunblock atau produk di apotik, yang mencantumkan bahan-bahannya dengan jelas,” ujar dr. Wigih.

Bagi mereka yang sering beraktivitas diluar terus-menerus tanpa mendapatkan perlindungan untuk kulitnya, akan berisiko besar terkena dampak terburuk dari sinar matahari, yakni kanker kulit. Kanker kulit bermacam-macam, ada yang awalnya berbentuk menyerupai tahi lalat, hitam, kecil, bintik, tapi kadang setelah dioperasi malah tumbuh besar. “Jadi tahi lalat yang terlihat biasa-biasa juga bisa ganas”, kata dr. Wigih, saat ditemui Radio Antariksa di RS Husada Utama Surabaya. Bentuknya memang biasa namun bagi yang memang kecendurangan kanker, bentuk tahi lalatnya tidak beraturan, cepat besar, kadang-kadang sering berdarah, gatal, dan berubah warna.

Sumber: KlikDokter.com